Pesantren Walisongo Cukir Gelar Maulid Nabi dan Haul ke-37 KH. Adlan Aly


Suasana malam Maulid Nabi Muhammad dan Haul KH Adlan Aly di halaman Pesantren Walisongo (foto: nabila)

Tebuireng.online– Ratusan jamaah, dzuriyah, santri, alumni, dan masyarakat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. sekaligus Haul ke-37 KH. Muhammad Adlan Aly di Pondok Pesantren Putri Walisongo, Cukir, Jombang, Sabtu malam (22/8/2026).

Baca Juga: Santri Baru Pesantren Walisongo Ziarah ke Maqbarah Tebuireng dalam Rangkaian MASTABA

Peringatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Pesantren Walisongo untuk mengenang perjuangan KH. Muhammad Adlan Aly sekaligus meneladani akhlak dan meneruskan amal baik yang telah beliau tinggalkan.

Pengasuh Pesantren Walisongo, Gus Jamil, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah dan tamu undangan yang hadir. Ia berharap kegiatan haul menjadi momentum untuk mengirimkan doa kepada KH. Muhammad Adlan Aly, keluarga, kedua orang tua, serta seluruh umat Islam.

“Tujuan utama haul bukan sekadar mengenang Mbah Yai, tetapi juga meneladani akhlak dan meneruskan amal baik beliau,” ujar Gus Jamil.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan tempat dan berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Baca Juga: Sosialisasi Santri Baru, MHQ Pesantren Putri Walisongo Bekali 109 Santri dengan Aturan dan Target Hafalan

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi hingga sore hari dengan Khotmil Qur’an Kubro. Kegiatan tersebut diikuti para santri dan alumni yang tersebar di sejumlah rumah dzuriyah.

Sebanyak 58 majelis khotmil Qur’an digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan haul. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum KH. Muhammad Adlan Aly.

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Yasin yang dipimpin Agus Nur Muhammad Abdullah. Pembacaan tahlil dipimpin KH. Ahmad Syakir Ridwan, Lc., M.H.I., sedangkan doa disampaikan KH. Maghfur Aly.

Suasana acara berlangsung khidmat dengan lantunan shalawat Dibaiyyah yang dibawakan grup hadrah Pesantren Walisongo Putra.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Jombang, Samsudi, S.H., M.Si., menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Jombang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut secara langsung.

Baca Juga: PP Walisongo Gelar Wisuda Al-Qur’an, Lahirkan Hafidzah dan Qiro’ah Sab’ah Pertama

Ia menyampaikan salam dan sambutan Bupati Jombang kepada seluruh jamaah yang hadir.

“Semoga peringatan haul ini menjadi niat yang baik, dinilai sebagai amal ibadah di sisi Allah Swt., serta semakin mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” ujar Samsudi menyampaikan pesan Bupati Jombang.

Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, M.A., hadir sebagai penceramah utama dalam peringatan tersebut. Dalam ceramahnya, ia mengisahkan sejumlah ulama, termasuk KH. Muhammad Adlan Aly dan KH. Maimoen Zubair.

Ia menekankan pentingnya meneladani para ulama terdahulu, terutama dalam menyikapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi para ulama untuk tetap menjaga kebaikan dan persatuan.

Ia kemudian menceritakan bagaimana KH. Maimoen Zubair sering mengenang para kiai dengan latar belakang dan kecenderungan yang berbeda, tetapi tetap mampu menyatukan perbedaan tersebut dalam kebaikan.

“Sing siji seneng kentongan, sing siji seneng bedo. Mbah Maimun sering cerita niku nggih masyaallah. Nggih niki kenang-kenangan kiai-kiai ingkang kados mekaten ngempalaken antarane hal-hal ingkang kadose khilaf tapi terus dikumpulno dadi sae,” ujarnya.

Baca Juga: Santri Pesantren Putri Walisongo Cukir Unjuk Bakat dalam Muhadhoroh Kubro Cabang Ghina’ Aroby

Pernyataan tersebut menggambarkan pesan agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin tiga pengasuh pesantren, yakni KH. Mazduqi Abdurrahman Al-Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotu Tahfidzil Qur’an Jombang; Drs. KH. Kholil Dahlan, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang; dan KH. Abdun Nasir Badrus, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah, Kabupaten Kediri.

Usai acara, para dzuriyah, alumni, jamaah, dan tamu undangan mengikuti ramah tamah. Suasana hangat terlihat dalam kegiatan tersebut yang menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menyambung kembali hubungan antarkeluarga besar Pesantren Walisongo.



 


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch